Kriteria Pilih Calon Istri (part2 kituh?)
Sunday, November 4th, 2007Kriteria Pilih Calon Istri (diambil dari Fat-hul Mu’in karangan Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibariy yang diterjemahkan oleh Drs. H. Aliy As’ad, Penerbit Menara Kudus, Kudus: 1979) Wanita Dayyinah (yg kuat agamanya) yg adil budinya adalah lebih utama dinikahi daripada wanita fasiq yg sekalipun bukan berbuat zina, krn berdasarkan Hadist Muttafaq Alaih: “Ambillah wanita yang berperi Agama.” Wanita Nasibah, yaitu yg bernasab mulia krn dr keturunan Ulama atau orang-orang Shalih adalah lebih utama untuk dinikahi daripada wanita lainnya, krn berdasarkan hadist “Pilihlah tempat yg bagus untuk air bibitmu dan jangan engkau letakkan kecuali di tempat-tempat yang cukup pantas" Makruh menikahi wanita hasil perzinaan dan wanita anak orang fasiq Wanita yang cantik itu lebih utama untuk dinikahi, karena berdasarkan Hadist “Wanita yang paling bagus adalah yang menyenangkan jika dipandang.” Wanita kerabat jauh dari nasab sendiri lebih utama daripada kerabat dekat atau bukan kerabat Wanita kerabat dekat adalah saudara sepupu (anak paman) dari pihak ayah maupun ibu Wanita Gadis lebih utama daripada janda, karena justru diperintahkan dlm hadist-hadist shahih, kecuali ada udzur Wanita yang banyak keturunan dan Wanita yang berjiwa Keibuan (=berjiwa penyayang) adalah lebih utama, karena terdapat perintah mengawininya; Wanita gadis bisa diketahui akan banyak keturunannya dengan melihat bagaimana kerabatnya Yang lebih utama lagi, hendaklah wanita itu berakal cerdas dan bagus budinya, hendaklah pula tidak telah mempunyai anak dari suami terdahulu kecuali demi kemaslahatan, hendaknya tidak berkulit kemerah-merahan dan hendaknya pula tidak jangkung lagi kurus, karena terdapat larangan menikahi mereka semua. Dalam Syarah Al-Minhaj dikatakan: Apabila bersilangan antara sifat-sifat tersebut, maka yang dhahir adalah secara muthlaq didahulukan memilih Agama kemudian akal dan budi bagus, kemudian kemampuan berketurunan, kemudian nasab, kemudian gadis, kemudian kecantikan, baru kemudian mana yang lebih jelas kemaslahatannya menurut perhitungannya sendiri-habis-. Dalam Syarah Al-Irsyad dimantapi memenangkan memilih kemampuan berketurunan daripada kecerdasan akal. ^_________________^ slamat “bjuang” !!!! Pisss Yo!