BARRU….
Thursday, June 28th, 2007Dasar-dasar Memilih Pasangan Suami atau Istri…. (part1)
Syaikh Hafizh Ali Syuaisyi’, Kado Pernikahan,
Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar, 2005.
Dasar-dasar memilih istri
a. Memiliki agama
Dari Abu Hurairah r.a, ia menuturkan; Rasulullah SAW bersabda yang artinya; “Wanita itu dinikahi karena 4 hal; karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Oleh karena itu carilah wanita yang memiliki agama, niscaya kamu akan bahagia”.
Agama adalah asas utama bagi seorang laki-laki untuk memilih calon istrinya. Seharusnya ia memilih tipe istri yang taat kepada suami. Allah Ta’ala berfirman,
“Sebab itu wanita-wanita yang shaleh, ialah yang taat lagi memlihara diri di balik pembelakangan suaminya oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (An-Nisa 34).
Menafsiri firman Allah, “wanita-wanita yang shaleh,” Ibnu Jarir Ath-Thabari Rahimahullah mengatakan: bahwa yang dimaksud ialah wanita-wanita yang lurus agamanya, dan yang mau berbuat kebajikan.
Menafsiri firman Allah,”… yang taat, ” Qatadah dan Sufyan mengatakan, bahwa yang dimaksud ialah “Wanita-wanita yang taat kepada Allah dan juga kepada suami mereka.
Menafsiri firman Allah,”…lagi memelihara diri di balik pembelakangan suaminya, “ Abdurrahman As-Suda mengatakan, bahwa yang dimaksud ialah; wanita-wanita yang dapat menjaga harta suaminya dan kehormatan dirinya sejak sang suami pergi sampai ia kembali, seperti yang diperintahkan oleh Allah.
b. Yang pintar
Seorang istri yang pintar, ia akan sanggup membangun rumah tangga yang harmonis. Sementara seorang istri yang bodoh, ia justru akan merobohkan rumah tangganya.
Imam An-Nawawi Rahimahullah mengatakan,” Alangkah idealnya jika seorang istri selain memiliki agama, ia juga cantik dan pintar.”
Imam Ahmad Rahimahullah dalam memilih calon istri juga lebih mengutamakan yang pintar daripada yang cantik.
c. Yang perawan
Wanita yang belum pernah menikah sebelumnya cenderung sangat mencintai suaminya. Sementara yang sudah janda ia dapat membanding-bandingkan antara suaminya yang pertama dengan suaminya yang kedua.
Allah Ta’ala di dalam Al-Qur’an memuji wanita perawan, dan menjadikannya sebagai balasan anugerah bagi hamba-hamba-Nya. Allah berfirman, yang artinya; “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (Al-Waqi’ah: 35-37).
Syaikh Abdullah bin Abi Al-Qasim At-Tajjani Rahimahullah mengatakan; Sesungguhnya Allah memberikan nikmat kepada hamba-hamba-Nya yang taat dengan menciptakan buat mereka gadis-gadis perawan yang belum pernah mengenal lelaki selain mereka, sebagaimana firman Allah dalam ayat lain; “Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni- penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (Ar-Rahman: 74)
Diriwayatkan dari Makhul, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Nikahilah wanita yang masih gadis, karena mulut mereka lebih segar, rahim mereka lebih subur, dan lebih ridha terhadap yang sedikit.” Dalam suatu riwayat disebutkan, “ Lebih lugu.”
Yang dimaksud dengan kalimat ‘rahim mereka lebih subur’ ialah; lebih banyak melahirkan anak karena punya potensi besar untuk mengandung dan melahirkan.
Menurut Abdul Malik bin Habib, yang dimaksud dengan kalimat ‘lebih ridha terhadap yang sedikit’ ialah sedikit dalam hubungan intim. Menurut Syaikh Hafizh Ali Syuaisyi’ (pengarang buku ini) yang dimaksud ialah; gadis itu lebih ridha terhadap segala sesuatu yang sedikit (termasuk masalah nafkah). Jika suaminya memberinya apapun yang hanya sedikit, ia rela menerimanya dengan lapang.
Yang dimaksud dengan kalimat ‘lebih lugu’ ialah; tidak banyak rekayasa dan tipu dayanya, sehingga ia tidak berbuat macam-macam.
d. Harus penuh kasih sayang dan bisa melahirkan banyak anak
Diriwayatkan dari Anas ra, ia menuturkan; Rasulullah SAW menyuruh kami untuk menikah, dan melarang keras kami dari membujang. Beliau bersabda; “Nikahilah wanita-wanita yang penuh kasih sayang dan bisa melahirkan banyak anak, karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian pada umat-umat lain pada Hari Kiamat kelak.”
Untuk mengetahui apakah seorang wanita bisa melahirkan banyak anak atau tidak, bisa dilihat dari keluarganya (ibu, bibi, dan saudara-saudara yang lain).
Wanita yang penuh kasih saying ialah wanita yang memiliki tingkah laku terpuji, akhlak mulia, dan sangat mencintai suaminya. Membangga-banggakan jumlah umat yang banyak boleh dilakukan di akhirat. Sebab dengan demikian, beliau akan mendapatkan pahala dari banyaknya pengikut beliau.
e. Cantik dan taat
Dianjurkan mencari seorang istri yang cantik, karena kecantikannya dapat menjaga kesucian suaminya dan meredam gelora nafsunya (:>hohoho…-red), sehingga ia tidak ingin berpaling kepada wanita lain. Oleh karena itu Imam An-Nawawi Rahimahullah mengatakan, “Seorang istri yang ideal, selain berakhlak mulia ia juga harus cantik parasnya.”
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah SAW ditanya tentang wanita yang terbaik. Beliau bersabda, “Wanita yang menyenangkan suaminya jika dipandang, yang taat jika diperintahnya, dan yang tidak menentang terhadap hal-hal yang tidak disukai oleh suami terhadap dirinya dan juga terhadap hartanya.”
f. Bebas dari cacat (sehat jasmani dan rohani)
g. Jangan yang memiliki hubungan kerabat dekat
Dasar-dasar memilih suami
a. Lelaki yang shaleh dan taat beragama, walaupun miskin
b. Lembut dan sayang kepada istri
c. Tidak cacat dan tidak mandul
d. Seorang pemuda yang dapat melindungi